Survei Jalur Jadi Langkah Nyata Stakeholder Tekan Risiko Kecelakaan Jelang Operasi Ketupat 2026

Serang,Suaraaspirasi.id – Menindaklanjuti hasil Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) terkait persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Lebaran Tahun 2026, sejumlah stakeholder melaksanakan survei jalur di wilayah Kabupaten Serang pada tanggal 28 Januari 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas serta adanya sejumlah permasalahan infrastruktur jalan yang memerlukan penanganan segera.
Survei jalur tersebut melibatkan Polres Serang, PT MMS Astra Tol, PT Jasa Raharja Kanwil Banten, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta Dinas Perhubungan. Fokus utama survei adalah meninjau langsung kondisi ruas-ruas jalan yang dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran.
Beberapa titik yang menjadi perhatian utama di antaranya Jalan Raya Ciruas–Cikande, di mana masih ditemukan kondisi jalan berlubang dan bergelombang yang dapat membahayakan pengguna jalan. Selain itu, survei juga dilakukan di Jalan Tol Cikande sekitar KM 50, yang kerap mengalami genangan air dengan ketinggian cukup signifikan. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengurangi kenyamanan pengendara, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan apabila tidak segera ditangani.
Dalam kegiatan ini, seluruh stakeholder yang terlibat secara aktif berdiskusi dan berkoordinasi untuk merumuskan langkah-langkah penanganan yang paling tepat dan efektif sesuai dengan kewenangan masing-masing. Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus menekan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kasubag Pelayanan PT Jasa Raharja Kanwil Banten, Denny Prayudha Utama, menyampaikan bahwa “Survei jalur ini adalah langkah konkret dalam upaya pencegahan kecelakaan, khususnya menjelang periode Lebaran yang identik dengan peningkatan volume kendaraan. Dengan mengidentifikasi lebih awal titik-titik rawan kecelakaan dan permasalahan infrastruktur jalan, diharapkan dapat segera dilakukan perbaikan sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.”
Melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan optimal, serta masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan balik Lebaran dengan aman, selamat, dan nyaman.(Adt)







