Diskominfo Kabupaten Serang Perluas Akses Digital, Wilayah Pegunungan Jadi Prioritas Penguatan Sinyal

SERANG – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang terus memperkuat pemerataan akses telekomunikasi untuk mendukung transformasi digital hingga ke tingkat desa. Sejumlah wilayah dengan kualitas sinyal lemah, khususnya kawasan pegunungan, menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan konektivitas dan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
Di bawah kepemimpinan Kepala Diskominfo Kabupaten Serang Surtaman, didampingi Sekretaris Febrian Ripera, penguatan jaringan dilakukan melalui pendataan wilayah, koordinasi dengan operator telekomunikasi, serta mendorong pemerintah desa berperan aktif dalam menyiapkan solusi sesuai kebutuhan di lapangan.
Upaya tersebut sejalan dengan arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperluas pemanfaatan teknologi informasi di tengah masyarakat.
Koordinasi dengan Operator Telekomunikasi
Kepala Diskominfo Kabupaten Serang Surtaman mengatakan, pihaknya telah menyurati sejumlah operator telekomunikasi untuk meminta dukungan dalam mengatasi persoalan lemahnya sinyal di beberapa wilayah.
Berbagai alternatif penguatan jaringan tengah dijajaki, mulai dari pembangunan base transceiver station (BTS), menara mini, hingga solusi teknis lainnya yang memungkinkan layanan komunikasi menjangkau masyarakat secara lebih optimal.
“Contohnya, kepada Telkomsel kita sudah meminta bantuan untuk memasang menara mini atau solusi lain. Yang penting ada penguatan sinyal, terutama di daerah pegunungan. Kita juga sudah rapat dengan pihak Telkomsel mengenai kemungkinan mereka masuk ke wilayah tersebut,” ujar Surtaman, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, koordinasi dengan operator diperlukan untuk menentukan bentuk penguatan jaringan yang sesuai dengan kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, serta kelayakan investasi. Kesiapan lokasi juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Libatkan Pemerintah Desa dan Masyarakat
Sebagai salah satu alternatif, operator pernah menawarkan pembangunan menara mini dengan dukungan penyediaan lahan dari masyarakat. Kebutuhan lahan diperkirakan sekitar 3 x 5 meter atau 3 x 4 meter, menyesuaikan desain dan kebutuhan fasilitas.
Namun, realisasi pembangunan tetap mempertimbangkan aspek teknis dan perhitungan bisnis operator.
“Pihak operator pernah menawarkan pembangunan menara dengan kesiapan hibah lahan dari masyarakat. Namun, karena operator menjalankan usaha, tentu ada perhitungan potensi bisnis dan pertimbangan lainnya,” jelasnya.
Informasi tersebut telah disampaikan kepada sejumlah kepala desa yang wilayahnya masih mengalami kelemahan sinyal. Beberapa desa bahkan telah menindaklanjutinya dengan mengajukan proposal kepada pihak terkait.
Adapun wilayah yang masih membutuhkan perhatian dalam penguatan jaringan antara lain Kecamatan Bojonegara, Ciomas, dan Padarincang.
“Daerah yang masih lemah sinyal antara lain Bojonegara, Ciomas, dan Padarincang. Kalau wilayah yang sama sekali tidak terjangkau sinyal atau blank spot, menurut pendataan kami tidak ada,” ungkap Surtaman.
Dukung Layanan Digital hingga Tingkat Desa
Diskominfo Kabupaten Serang menegaskan bahwa ketersediaan jaringan telekomunikasi dan internet yang memadai menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan pelayanan publik berbasis digital.
Salah satu layanan yang terus didorong pemanfaatannya adalah Sistem Informasi Desa dan Kawasan–New Generation (SIDEKA-NG). Platform ini membutuhkan konektivitas yang memadai agar aparatur desa dapat mengelola informasi serta mendukung pelayanan kepada masyarakat secara lebih efektif.
“Ketersediaan sinyal dan internet yang baik menjadi prasyarat untuk mewujudkan smart city karena penerapannya berbasis teknologi informasi,” tutur Surtaman.
Melalui pendataan kebutuhan jaringan, koordinasi dengan operator telekomunikasi, serta dukungan pemerintah desa dan masyarakat, Diskominfo Kabupaten Serang terus mendorong pemerataan konektivitas di berbagai wilayah.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses komunikasi masyarakat di kawasan pegunungan dan daerah dengan sinyal lemah, sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan mudah diakses hingga ke tingkat desa.(Advertorial)







