Pemkot Serang Pastikan Kebutuhan Pokok Warga Tetap Terjangkau Jelang Ramadhan

KOTA SERANG – Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah guna melindungi daya beli masyarakat. Salah satu upaya strategis yang dilakukan yakni melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) dalam penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Program pengendalian harga tersebut diwujudkan melalui Pasar Murah Bersubsidi yang digelar di seluruh kecamatan se-Kota Serang. Kegiatan ini dirancang untuk memastikan masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah, tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah potensi kenaikan harga menjelang Ramadhan.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Ini bagian dari komitmen kami menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga warga,” ujar Budi Rustandi. Jumat, (6/2/26).
Ia menambahkan, sinergi antara Pemkot Serang dan BUMD merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan laju inflasi di tingkat daerah.
“Kolaborasi ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi solusi nyata agar harga-harga tetap terkendali, terutama menjelang Ramadhan yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang Wahyu Nurjamil menjelaskan, Pasar Murah Bersubsidi merupakan bagian dari program unggulan Pemkot Serang dalam menjaga stabilitas harga komoditas strategis.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan 3.000 paket pangan dengan harga dasar Rp115.000 per paket yang disubsidi sebesar Rp55.000 oleh Pemkot Serang. Dengan demikian, masyarakat hanya menebus paket tersebut seharga Rp60.000.
“Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti ayam, telur, bawang, cabai, dan minyak goreng. Program ini dirancang agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, pelaksanaan tahap pertama menyediakan 500 paket, dan akan dilanjutkan dengan batch kedua dengan jumlah yang sama. Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung secara berkelanjutan di setiap kecamatan menjelang Ramadhan.
Menurut Wahyu, selain meringankan beban pengeluaran warga, Pasar Murah Bersubsidi juga berfungsi sebagai instrumen pengendalian harga agar tidak terjadi lonjakan signifikan di pasar tradisional.
“Efeknya bukan hanya ke penerima paket, tapi juga menjaga keseimbangan harga di pasar secara umum,” ungkapnya.
Program ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat yang merasakan langsung manfaatnya. Pemkot Serang memastikan program serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari kebijakan perlindungan sosial dan penguatan ekonomi daerah. (Adv)







