Gemarikan Jadi Strategi Dinas Perikanan Tangerang Dongkrak Konsumsi Ikan, Kepala Dinas Dorong Peran Sekolah

Tangerang — Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang terus mengintensifkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai strategi meningkatkan angka konsumsi ikan di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Kali ini, kegiatan digelar di SDITQ Al Amin pada Senin, 6 April 2026, dengan menyasar langsung siswa sebagai agen perubahan pola konsumsi sehat.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini. Menurutnya, edukasi yang diberikan di lingkungan pendidikan akan lebih efektif dalam membangun kesadaran anak-anak terhadap pentingnya konsumsi ikan.
“Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan pola makan sehat. Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal ikan sebagai lauk, tetapi juga memahami manfaat gizinya bagi tubuh dan kecerdasan,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi nyata, Dinas Perikanan melalui Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan yang dipimpin Plt. Kepala Bidang Ahmad Rasidi Pohan, S.St.Pi., M.M, membagikan 100 paket olahan ikan kepada siswa. Setiap paket berisi 10 jenis produk olahan ikan yang dikemas secara menarik dan praktis.
Program ini, lanjut Kepala Dinas, juga sekaligus menjadi upaya memperkenalkan diversifikasi produk perikanan agar lebih diminati generasi muda. Ia menilai, selama ini tantangan utama bukan pada ketersediaan ikan, melainkan pada cara penyajian yang kurang menarik bagi anak-anak.
“Melalui inovasi olahan, kami ingin mengubah persepsi bahwa makan ikan itu membosankan. Justru ikan bisa diolah menjadi makanan yang enak, menarik, dan sesuai dengan selera anak,” jelasnya.
Selain berdampak pada peningkatan gizi, kampanye ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pengolahan hasil perikanan lokal. Dengan meningkatnya permintaan produk olahan ikan, pelaku usaha di sektor ini pun berpotensi ikut berkembang.
Kepala Dinas pun mengajak seluruh pihak, mulai dari tenaga pendidik hingga orang tua, untuk bersama-sama memperkuat gerakan Gemarikan sebagai budaya sehari-hari.
“Jika konsumsi ikan bisa menjadi kebiasaan sejak kecil, maka kita tidak hanya menciptakan generasi sehat, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Adv)







