Kisah Inspiratif Finalis MTQ XXV Kota Tangerang 2026, Cinta Al-Qur’an di Balik Seni Tilawah

Kota Tangerang, Suaraaspirasi.id – Senandung lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema memenuhi tempat diselenggarakannya babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXV Kota Tangerang 2026.
Di balik penampilan memukau dari para finalis, tersimpan jejak kisah perjalanan yang tidak dibangun dalam semalam melainkan melalui latihan, kesabaran, bahkan dukungan keluarga sejak usia dini.
Salah satu kisahnya dibawakan Muhammad Azmi Azzikri, finalis cabang tilawah golongan anak-anak dari Kafilah Kecamatan Larangan yang berhasil menembus babak final MTQ XXV Kota Tangerang 2026.
Ia diceritakan mengawali kisah inspiratifnya sejak masih berusia dua tahun. Tumbuh di tengah lingkungan keluarga pecinta Al-Qur’an, ia dikenal sebagai bocah yang suka melantunkan ayat suci meski cara berbicaranya belum lancar.
Kebiasaan tersebutlah yang mengantarkannya mulai menjalani latihan sebagai qari secara tekun. Hasilnya luar biasa, ia menjadi salah satu qari termuda yang memiliki jam terbang pengalaman luar biasa sampai mengisi berbagai kegiatan sampai ke luar kota.
”Dulu, semenjak usianya masih dua tahunan memang sudah terbiasa mendengarkan muratal setiap harinya karena memang saya dan istri suka melakukannya ketika di rumah. Tidak disangka, ia lama-lama hafal bahkan terbiasa tanpa harus disuruh. Melihat bakat itu, saya dengan kemampuan seadanya ini melatihnya sendiri secara disiplin bahkan sampai dua kali sehari, siang berlatih malam berlatih begitu seterusnya,” ujar Muhammad Tajus Subhi, orang tua Azmi ketika diwawancara di Masjid Al-Mubarak Ciledug, Rabu (29/7/26).
Tidak mudah berpuas diri, anak muda yang sedang mondok di Pondok Pesantren Assa’adah 2 Sepatan tersebut terus mengembangkan bakat dan kemampuannya sampai berhasil mengoleksi sejumlah penghargaan bergengsi di bidang tilawah. Salah satunya menyumbangkan medali bagi Kafilah Kota Tangerang di ajang MTQ Provinsi Banten 2025.
”Hasilnya pun tidak bisa dibohongi, ia sejak kecil bahkan sudah sering diminta mengisi sesi tilawah di berbagai kegiatan selain mengikuti perlombaan-perlombaan mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, sampai provinsi sudah pernah dijalaninya. Semoga kemampuannya bisa terus meningkat apalagi mimpinya besar sekali bisa menggoreskan prestasi di panggung nasional,” tambahnya.
Saat ini, kisahnya berhasil menginspirasi generasi muda lainnya untuk mengikuti jejaknya. Semenjak keberhasilannya mengukir prestasi sekarang banyak anak-anak seusianya yang turut mengikuti kursus tilawah bersama orang tua yang menjadi gurunya sendiri selama ini.
”Namun, kami berharap kecintaannya pada tilawah tidak sekadar untuk perlombaan sematan, semakin ia tumbuh dewasa semoga kecintannya kepada Al-Qur’an juga semakin besar untuk terus menebarkan kebaikan sebagai generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ir)







