Perumdam Tirta Madani Kota Serang Jajaki Empat Skema Kerja Sama untuk Perkuat Layanan Air Bersih

SERANG KOTA,
Suaraaspirasi.id – Perumdam Tirta Madani Kota Serang menjajaki empat skema kerja sama dengan Perumdam Tirta Al Bantani Kabupaten Serang.
Hal itu sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan air bersih sekaligus mengembangkan kapasitas usaha perusahaan.
Empat skema yang tengah dibahas tersebut meliputi pengelolaan aset milik Kota Serang, pembelian air curah untuk memenuhi kebutuhan wilayah timur Kota Serang, rencana suplai air menuju Pontang, serta pengembangan bisnis air minum dalam kemasan (AMDK).
Direktur Perumdam Tirta Madani Kota Serang Muhammad Arif Setiawan mengatakan, kerja sama dengan Perumdam Tirta Al Bantani tidak hanya berorientasi pada penyediaan air, tetapi juga mencakup pengelolaan aset dan pengembangan usaha.
Salah satu yang dibahas adalah aset milik Kota Serang yang saat ini masih mendapatkan pelayanan dari Perumdam Tirta Al Bantani. Jumlah aset tersebut diperkirakan mencapai sekitar 800 unit.
Jika pengelolaannya nantinya diserahkan kepada Perumdam Tirta Madani, proses appraisal akan dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan nilai aset.
“Jadi kami akan membeli air curah dari PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang untuk melayani daerah-daerah yang ada di daerah timur, seperti perumahan Puri Anggrek, Persada, dan yang lainnya,” ujar Arif, Senin 31 Agustus 2026.
Rencana pembelian air curah tersebut menjadi salah satu opsi untuk memperkuat pasokan bagi kawasan timur Kota Serang.
Sumber air yang dibahas berasal dari fasilitas Perumdam Tirta Al Bantani di Rancajaya, Ciruas.
Selain untuk kebutuhan Kota Serang, kedua pihak juga membahas kemungkinan suplai air menuju Pontang.
Dalam skema tersebut, kata Arif air dari Sindangheula akan melewati wilayah Kota Serang terlebih dahulu.
Distribusinya masih memiliki beberapa opsi, di antaranya melalui wilayah Kasemen maupun Walantaka sebelum diteruskan menuju Pontang.
Skema lainnya, dijelaskan Arif berkaitan dengan pengembangan bisnis AMDK di Curug, Kota Serang.
Usaha tersebut saat ini dikelola Perumdam Tirta Al Bantani Kabupaten Serang dan membuka peluang pengelolaan bersama dengan Perumdam Tirta Madani.
Arif menyebut sumber air untuk kebutuhan AMDK yang diketahuinya berasal dari Baros, Kabupaten Serang.
Namun, mekanisme kerja sama dan teknis suplai, termasuk kemungkinan menggunakan jaringan perpipaan, masih dibahas bersama.
“Airnya kalau yang saya tahu itu dari Kabupaten Serang, dari Baros. Nanti kami yang ikut kerja sama juga, apakah menyuplainya melalui perpipaan atau bagaimana, nah itu sedang didiskusikan gitu,” kata Arif.
Dikatakan Arif, keempat skema tersebut masih berada pada tahap penjajakan.
Perumdam Tirta Madani juga telah meminta pandangan dari sejumlah pemangku kepentingan dan memperoleh izin prinsip dari Wali Kota Serang Budi Rustandi untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta maupun BUMD.
Selain memperkuat pelayanan, kata Arif kerja sama tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kinerja keuangan Perumdam Tirta Madani.
Penambahan sambungan pelanggan, menurut Arif, akan berdampak terhadap peningkatan laba perusahaan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap dividen bagi Pemerintah Kota Serang.
“Ya, itu otomatis. Otomatis ketika menambah sambungan baru, otomatis peningkatan ujungnya kepada dividen ya. Ujungnya kepada dividen,” ujarnya.
Apabila kerja sama dapat terealisasi pada 2027, Perumdam Tirta Madani memproyeksikan laba perusahaan dapat meningkat hingga Rp2 miliar. Dengan porsi dividen sebesar 55 persen, proyeksi tersebut setara dengan potensi dividen sekitar Rp1,1 miliar.
Namun, proyeksi tersebut masih bergantung pada hasil pembahasan dan pelaksanaan empat skema kerja sama yang saat ini masih dalam proses penjajakan.(Adt)







