DPUPR Kota Tangerang Gunakan PKRMS Nilai Kondisi Jalan dan Jembatan

Kota Tangerang,
Suaraaspirasi.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang menggunakan sistem penilaian kondisi jalan sebagai salah satu dasar dalam menentukan prioritas penanganan infrastruktur.
Salah satu referensi yang digunakan ialah Provincial/Kabupaten Road Management System (PKRMS), algoritma yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum untuk membantu menilai kondisi jalan dan jembatan.
Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaini mengatakan, evaluasi kondisi jalan dilakukan secara rutin setiap tahun. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menyusun perencanaan penanganan pada tahun berikutnya maupun melalui anggaran perubahan.
“Setiap tahun kita melakukan penilaian kondisi jalan. Kondisi ruas jalan kita evaluasi, kita nilai dan itu menjadi dasar perencanaan kita di tahun berikutnya atau mungkin nanti di anggaran perubahan,” ujar Taufik, Senin (31/8/26).
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, terdapat sekitar 16 persen ruas jalan yang berada dalam kondisi rusak berat dan rusak sedang sehingga masuk dalam prioritas penanganan.
Penentuan prioritas tidak hanya melihat tingkat kerusakan. DPUPR juga mempertimbangkan fungsi ruas jalan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di Kota Tangerang.
Taufik menjelaskan, sejumlah jalan kota memiliki fungsi sebagai penghubung pusat-pusat ekonomi. Intensitas lalu lintas di ruas tersebut juga cukup tinggi karena dilalui kendaraan masyarakat maupun kendaraan berat yang mendukung aktivitas logistik, industri, perdagangan dan jasa.
“Fungsi ruas jalan tersebut menjadi penghubung perekonomian. Dari situlah kita selalu menilai kondisi jalan dan itu menjadi prioritas penanganan,” jelasnya.
Dalam proses penilaian kondisi jalan dan jembatan, DPUPR Kota Tangerang menggunakan PKRMS sebagai salah satu referensi teknis.
“Ada namanya PKRMS, itu sebuah algoritma yang juga dikembangkan oleh Kementerian PU yang dipakai di banyak daerah. Itu salah satu referensi kita dalam melakukan penilaian kondisi jalan dan jembatan,” ungkap Taufik.
Hasil penilaian tersebut kemudian menjadi bagian dari proses menentukan ruas yang membutuhkan penanganan, baik melalui rekonstruksi maupun pemeliharaan.
Saat ini, sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang telah memasuki tahap pengerjaan. Di antaranya Jalan M. Toha, Iskandar Muda, Sintanala, Marsekal Suryadarma, serta Jalan Garuda Benda yang menjadi salah satu ruas terbaru yang mulai dikerjakan.
Selain penilaian teknis, DPUPR juga menjadikan masyarakat sebagai bagian dari sistem monitoring kondisi jalan. Informasi dari warga dapat membantu pemerintah mengetahui apabila terjadi perubahan kondisi jalan setelah proses penilaian dilakukan.
“Semakin banyak informasi dari masyarakat, lebih bagus, karena memang bagaimana kita menjaga level of services jalan ini bisa terus dijaga,” kata Taufik.(Ir)







