Hai, kami hadir dengan lebih segar! ✨

Advetorial

Diskominfo Kabupaten Serang Perluas Jaringan Informasi, Sasar 326 Desa hingga Pelajar

SERANG – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang terus memperluas jangkauan informasi publik dengan memperkuat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di tingkat desa serta menyiapkan pembentukan Kelompok Informasi Pelajar (KIP) di sekolah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang semakin melek digital, mampu memilah informasi, dan bijak memanfaatkan teknologi komunikasi. Diskominfo juga mendorong operator Sistem Informasi Desa dan Kawasan New Generation (SIDEKA-NG) menjadi penggerak KIM di wilayah masing-masing.

Di bawah kepemimpinan Kepala Diskominfo Kabupaten Serang Surtaman, didampingi Sekretaris Febrian Ripera, penguatan jaringan informasi tersebut diarahkan agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat berjalan lebih efektif, partisipatif, dan menjangkau hingga akar rumput.

Upaya ini sejalan dengan arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas dalam memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan kecakapan digital masyarakat.

Perluas KIM, Targetkan Seluruh Desa Terjangkau

Diskominfo Kabupaten Serang terus mendorong pembentukan KIM di seluruh desa. Dari total 326 desa yang ada di Kabupaten Serang, saat ini baru 50 desa yang telah memiliki KIM dengan surat keputusan (SK) pembentukan.

KIM merupakan kelompok yang dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat guna mengelola, mengolah, serta menyebarluaskan informasi. Keberadaannya diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.

Kepala Diskominfo Kabupaten Serang Surtaman mengatakan, operator SIDEKA-NG yang telah mendapatkan pelatihan dan peningkatan kompetensi akan didorong untuk berperan aktif dalam pembentukan dan pengembangan KIM.

“Mereka akan kita dorong menjadi KIM sehingga seluruh 326 desa memiliki KIM. Saat ini, yang sudah memiliki SK baru 50 desa,” ujar Surtaman.

Untuk mendukung langkah tersebut, Diskominfo telah mendata nomor telepon para operator SIDEKA-NG guna mempermudah komunikasi, koordinasi, serta penyampaian informasi terkait pembentukan KIM di setiap desa.

Menurut Surtaman, para operator telah mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk menggali, mengelola, dan menyebarluaskan informasi positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita sudah memberikan pelatihan mengenai penggunaan teknologi informasi yang efektif untuk menggali dan menyebarluaskan informasi positif. Alhamdulillah, mereka sudah memahami,” katanya.

Melalui keterlibatan operator SIDEKA-NG, pembentukan KIM diharapkan semakin mudah menjangkau masyarakat desa sekaligus memperkuat penyebaran informasi mengenai program dan kegiatan pembangunan daerah.

Siapkan Pelajar Jadi Penggerak Informasi Digital

Tidak hanya menyasar masyarakat desa, Diskominfo Kabupaten Serang juga merencanakan pembentukan Kelompok Informasi Pelajar (KIP) di lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Program ini akan dikembangkan melalui kegiatan literasi digital dengan mengunjungi sekolah-sekolah dan memberikan pembekalan kepada perwakilan pelajar. Setiap sekolah direncanakan mengirimkan satu pelajar untuk menjadi penggerak KIP.

“Kita akan berkeliling ke sekolah-sekolah melalui kegiatan literasi digital untuk membentuk KIP. Nanti, kita akan mendidik satu anak dari setiap sekolah untuk menjadi penggerak Kelompok Informasi Pelajar,” paparnya.

Melalui program tersebut, pelajar diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada teman sebaya dan lingkungan sekolah.

KIP juga diharapkan menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran pelajar dalam menggunakan gawai dan media sosial secara bijak, aman, serta bertanggung jawab.

Perkuat Literasi Digital dan Komunikasi Dua Arah

Surtaman menegaskan, penguatan KIM dan pembentukan KIP tidak sekadar berorientasi pada penyebaran informasi. Kedua kelompok tersebut juga diharapkan berperan dalam meningkatkan literasi digital, khususnya terkait etika bermedia sosial dan pelindungan anak di ruang digital.

Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman yang memadai agar mampu menggunakan media sosial secara aman, mengenali informasi yang layak dipercaya, serta menghindari perilaku yang berisiko di dunia digital.

“Bagaimana caranya agar anak-anak aman bermedia sosial dan cakap bermedia sosial, karena bermedia sosial juga ada etikanya,” ujarnya.

Dengan edukasi yang dilakukan melalui lingkungan desa dan sekolah, pemahaman mengenai penggunaan teknologi diharapkan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Keberadaan KIM dan KIP juga diharapkan memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dapat menyampaikan program serta capaian pembangunan, sementara masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan informasi, kondisi, dan kebutuhan yang berkembang di lingkungan masing-masing.

“Jadi, masyarakat mengetahui apa saja yang sudah dilakukan pemerintah, dan pemerintah mengetahui informasi apa saja yang ada di lapangan,” katanya.

Melalui penguatan KIM dan rencana pembentukan KIP, Diskominfo Kabupaten Serang berupaya membangun ekosistem informasi yang lebih luas, inklusif, dan partisipatif. Dengan melibatkan operator desa serta pelajar, penyebaran informasi publik diharapkan semakin efektif sekaligus mendorong masyarakat menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab. (Advertorial)

Rekomendasi untuk Dibaca

Suaraaspirasi.id