Hai, kami hadir dengan lebih segar! ✨

Advetorial

Hadiri Maulid Nabi di Ponpes Al-Iman, Bupati Dewi Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Pandeglang

PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan akhlak, keimanan, dan kualitas sumber daya manusia.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Dewi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Iman, Kampung Kaung Caang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Kamis (1/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Dewi didampingi Plt. Kabag Kesra Ratu Tanti Darmiasih dan Camat Cadasari Wawan Ruswandi. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para ulama, pimpinan pondok pesantren, pimpinan majelis taklim, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Dewi mengatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak, kepemimpinan, dan nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, marilah kita jadikan keteladanan Rasulullah sebagai kekuatan untuk membangun Kabupaten Pandeglang yang kita cintai,” ujar Dewi.

Ia menyampaikan, Pandeglang yang dikenal sebagai kota santri dan kota religi memiliki kekuatan sosial dan keagamaan yang perlu terus dipelihara. Nilai-nilai keislaman tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, dan menjunjung tinggi moralitas.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan manusia melalui penguatan karakter, akhlak, dan keimanan juga harus menjadi perhatian utama.

“Kami meyakini pembangunan tidak hanya cukup dengan infrastruktur saja. Pembangunan manusia juga tidak kalah penting. Ke depan, kita harus membangun akhlak, membangun keimanan, dan membangun peradaban,” katanya.

Dewi berharap keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia dapat membawa Kabupaten Pandeglang semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai religius yang selama ini menjadi karakter masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para ulama, kyai, ustaz dan ustazah, pimpinan pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta masyarakat yang selama ini turut menjaga kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Pandeglang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh ulama, para kyai, ustaz dan ustazah, pimpinan pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta seluruh masyarakat yang selama ini terus menjaga kehidupan yang aman, damai, religius, dan bertoleransi di Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan, doa, dan partisipasi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan doa dan restu dari Bapak dan Ibu sekalian untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pandeglang,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, dan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing dalam mendukung pembangunan daerah.

“Oleh karenanya, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu, bergerak, dan memberikan dampak bagi masyarakat kita,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Iman, KH. Suherman, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Bupati Pandeglang beserta jajaran pemerintah daerah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

“Terima kasih kepada Ibu Bupati Pandeglang. Alhamdulillah, luar biasa beliau bisa hadir dalam acara Maulid ini, meskipun dengan kesibukan yang ada. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kabupaten Pandeglang KH. Tb. Uuf Zaki Ghufron Ma’ani, Ketua MUI Kecamatan Cadasari KH. Ahmad, para alim ulama, serta pimpinan majelis taklim.

Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan KH. Jamaludin dari Cisolok Jengkol.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan hubungan silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, pesantren, dan masyarakat semakin erat. Semangat keteladanan Rasulullah juga diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat persatuan dan kebersamaan untuk membangun Kabupaten Pandeglang yang maju, religius, dan sejahtera. (Adv)

Rekomendasi untuk Dibaca

Suaraaspirasi.id