Hai, kami hadir dengan lebih segar! ✨

BantenPandeglang

Dari Air yang Mengalir, Harapan Petani Tumbuh: Memperkuat Irigasi, Menjaga Ketahanan Pangan Banten

Banten,Suaraaspirasi.id – Bagi petani, ketersediaan air menentukan banyak hal; kapan mulai menanam, seberapa sering bisa panen, hingga hasil yang diperoleh. Kondisi itu dirasakan petani di Daerah Irigasi (DI) Cisata, Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang.

Anggota Poktan Telaga Baru, Aprudin (55), mengatakan sebelum revitalisasi, aliran air ke sawah belum optimal sehingga petani lebih banyak bergantung pada hujan.

“Dulu irigasi ini kurang berfungsi secara baik, sehingga yang mengalir ke sawah juga sedikit,” kata Aprudin.

Kini, perbaikan irigasi mulai memberikan perubahan. Hal serupa juga dirasakan petani, Ubeh (55), ia menyebut frekuensi panen meningkat setelah irigasi dioptimalkan.

“Kalau sebelumnya kita hanya bisa sampai dua kali panen, tahun ini mah bisa sampai tiga kali panen dengan produktivitas yang lebih baik,” ujarnya.

Perubahan yang dirasakan petani tersebut menjadi salah satu gambaran dampak penguatan infrastruktur pertanian yang terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten, Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah.

Melalui APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp48,91 miliar, daerah irigasi yang telah selesai ditangani dari APBD Banten di antaranya:

  • Kabupaten Lebak (Cibinuangeun, Cikoncang, Pembangunan Bendungan Irigasi Cisiih)
  • Kabupaten Pandeglang (Cisata, Cilemer, Cisangu Atas, Pasir Eurih)
  • Kabupaten Serang (Cipari Ciwuni, Cikalumpang, Cisangu Bawah, Ciwaka Bawah)
  • Kota Serang (Cibanten)
  • Kabupaten Tangerang (Perbaikan Irigasi Desa Cilampe)
  • 6,90 kilometer jaringan irigasi ditangani.
  • Seluas 881,28 hektare sawah mendapatkan layanan.
  • Wilayah penanganan meliputi Pandeglang, Lebak, Kabupaten Serang,  Kota Serang dan Kabupaten Tangerang.

Penguatan juga dilakukan melalui dukungan APBN berdasarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2025

  • 12 daerah irigasi mendapat penanganan.
  • Panjang penanganan sekitar 81,80 kilometer.
  • Luas layanan mencapai 9.259 hektare sawah.
  • Dukungan APBN mencapai sekitar Rp471,92 miliar.
  • Cakupan layanan irigasi Banten meningkat dari 52,5 persen menjadi 62,45 persen.

Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan penguatan irigasi merupakan bagian dari upaya membangun fondasi ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Membangun irigasi berarti membangun fondasi ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Ke depan, penanganan tidak hanya diarahkan pada jaringan irigasi, tetapi juga kawasan hulu untuk menjaga ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.

Capaian pembangunan tersebut diharapkan semakin memperkuat produktivitas pertanian. Terlebih, Nilai Tukar Petani (NTP) Banten pada Juli 2026 mencapai 111,86, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Bagi petani, pembangunan pada akhirnya bukan sekadar saluran yang diperbaiki. Yang paling penting adalah air yang sampai ke sawah, panen yang lebih pasti, dan kesejahteraan yang ikut meningkat.

Irigasi diperkuat, lahan pertanian terlayani, ketahanan pangan Banten terus dijaga. Banten Bergerak, Maju Berdampak.(Adt)

Rekomendasi untuk Dibaca

Suaraaspirasi.id