Perkuat Serang Mengaji, Pemkot Serang Luncurkan Aplikasi Pemetaan Kemampuan Baca Alquran

SERANG KOTA,Suaraaspirasi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus memperkuat pelaksanaan Program Serang Mengaji melalui pemanfaatan teknologi digital. Bersama Badan Wakaf Alquran (BWA), Pemkot Serang meluncurkan aplikasi yang akan digunakan untuk memetakan kemampuan membaca Alquran peserta didik sebagai dasar pembinaan yang lebih terarah dan efektif.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Serang, Anthon Gunawan, mengatakan aplikasi tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemkot Serang dan BWA dalam mendukung program unggulan Wali Kota Serang, yakni Serang Mengaji.
Menurut Anthon, program tersebut telah menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan pendataan awal, terdapat sekitar 1.600 siswa yang belum mampu membaca Alquran. Setelah pelaksanaan Program Serang Mengaji, jumlah tersebut menurun drastis menjadi sekitar 300 siswa dan seluruhnya telah mendapatkan pembinaan.
“Harapannya pada tahun ini sudah tidak ada lagi siswa di Kota Serang yang belum bisa membaca Alquran. Semua sudah tersentuh oleh Program Serang Mengaji,” ujar Anthon saat menghadiri sosialisasi aplikasi Serang Mengaji di SMP Negeri 1 Kota Serang, Kamis (6/8).
Selain pemetaan kemampuan membaca Alquran, kolaborasi dengan BWA juga telah menghasilkan distribusi sekitar 22 ribu mushaf Alquran kepada masyarakat Kota Serang. Ke depan, kerja sama tersebut akan diperluas melalui pelatihan guru mengaji dan pendampingan agar peserta didik tidak hanya mampu membaca Alquran, tetapi juga memahami isi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Anthon menambahkan, penguatan Program Serang Mengaji juga selaras dengan rencana Pemkot Serang menghadirkan Program Serang Cerdas yang ditujukan untuk memberikan dukungan pendidikan kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan aplikasi Serang Mengaji akan digunakan untuk memetakan kemampuan membaca Alquran sekitar 27 ribu siswa SMP di Kota Serang.
Melalui aplikasi tersebut, setiap siswa akan mengikuti asesmen sehingga pemerintah memiliki data yang akurat mengenai tingkat kemampuan membaca Alquran. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan pola pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
“Selama ini kita belum memiliki pemetaan yang detail. Dengan aplikasi ini nanti akan diketahui berapa siswa yang sudah bisa membaca Alquran dan berapa yang belum, sehingga pembinaannya menjadi lebih tepat sasaran,” kata Ahmad Nuri.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak berhenti pada kemampuan membaca Alquran. Tahapan berikutnya akan diarahkan pada penguatan pemahaman isi Alquran, termasuk penanaman nilai-nilai toleransi, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter peserta didik.
Selain itu, siswa yang memiliki kemampuan membaca, tajwid, makharijul huruf, maupun hafalan yang baik akan dipetakan untuk memperoleh pembinaan lanjutan sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang, Tri Ningsih, menilai pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga harus diperkuat dengan pembentukan karakter dan akhlak.
Karena itu, Pemkot Serang akan memanfaatkan berbagai kanal digital resmi untuk memperluas jangkauan Program Serang Mengaji kepada masyarakat.
“Kami menayangkan kegiatan ini melalui media sosial, website, dan YouTube resmi Pemerintah Kota Serang agar masyarakat mengetahui dan ikut berpartisipasi dalam Program Serang Mengaji,” ujarnya.
Tri Ningsih juga mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan tersebut, baik dengan memanfaatkan aplikasi maupun berpartisipasi melalui program donasi yang difasilitasi BWA. Menurutnya, BWA juga menyediakan program apresiasi berupa hadiah umrah bagi masyarakat yang aktif menggunakan aplikasi serta mengikuti program infak hingga akhir tahun.
Melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Serang berharap Program Serang Mengaji semakin efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Alquran sekaligus membentuk karakter generasi muda yang religius, berakhlak, dan berdaya saing.(Adt)







