Menelusuri Riwayat Kampung Cikoneng Girang: Sawah Tadah Hujan hingga Jadi Manis Jaya

Kota Tangerang, Suaraaspirasi.id – Setiap sudut wilayah di Kota Tangerang menyimpan rekam jejak sejarah dan penamaan yang unik, salah satunya adalah Kampung Cikoneng Girang yang berada di wilayah Kelurahan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung. Penamaan kampung ini berakar erat dari kondisi karakteristik alam, jenis tanah serta tata letak geografis wilayahnya pada masa lampau.
Berdasarkan buku “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” karya Burhanudin serta kesaksian tokoh lokal Casidin bin H. Darjam, nama Kampung Cikoneng Girang bermula dari kondisi geografisnya yang dulu berupa persawahan tadah hujan dengan struktur tanah berbatu.
“Dahulu di kampung ini banyak sawah, sawahnya juga sawah tadah hujan. Jenis tanahnya tanah bebatuan sehingga bila musim penghujan tiba, warna airnya keruh dan kuning. Sehingga daerah ini disebut Cikoneng yang berarti kampung yang airnya berwarna kuning,” tulis Burhanudin menurut keterangan Casidin.
Meskipun airnya berwarna kuning saat hujan, lahan persawahan di kawasan ini dikenal sangat subur dan hijau pada masa itu.
Selain itu, kata Girang yang disematkan di belakang nama Cikoneng merujuk pada letak atau posisi geografis kampung tersebut. Dalam istilah lokal, girang berarti posisi di bagian atas atau belakang. Kampung ini dinamakan Cikoneng Girang karena lokasinya terletak di bagian belakang atau atas jika dilihat dari posisi lintasan utama Jalan Raya Serang.
Pada awalnya banyak pilihan nama untuk dijadikan pilihan nama desa. Pilihannya ada Kampung Manis, Pabuaran, Cikoneng Girang. Kalo Cikoneng Girang kepanjangan, kalo Pabuaran sudah jadi nama kelurahan di daerah lain. Akhirnya disepakati nama Manis Jaya sebagai nama desa menggambil nama kampung di desa Jatake.
Meskipun nama Manis Jaya yang akhirnya dipilih untuk kelurahan, Kampung Cikoneng Girang ini akan tetap jadi kampung bersejarah yang menyokong dan menjadi bagian penting dari Kelurahan Manis Jaya. (Ir)







