Jajal Rute Pakupatan hingga Royal Baroe, Wali Kota Serang Pastikan Bus Listrik Nyaman dan Inklusif

KOTA SERANG,
Suaraaspirasi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi memulai uji coba layanan armada bus listrik Koridor I yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi guna menunjang infrastruktur transportasi perkotaan modern.
Peluncuran sekaligus peninjauan layanan angkutan umum ini dilangsungkan di Terminal Pakupatan, Kecamatan Serang, pada Senin, 19 Oktober 2026 pukul 15.30 WIB.
Dalam agenda peninjauan tersebut, Budi Rustandi turut didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Diat Hermawan.
Hadir juga Kasatgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil dan Sekda Kota Serang Nanang Saefudin.
Pucuk pimpinan daerah tersebut menyempatkan diri untuk menjajal langsung kenyamanan perjalanan dengan menaiki armada bus dari Terminal Pakupatan hingga turun di kawasan Royal Baroe.
Uji coba transportasi massal tanpa emisi gas buang ini akan berlangsung selama lima hari dan dapat dinikmati sepenuhnya secara gratis oleh masyarakat luas.
Kata Budi, Pemerintah daerah saat ini tengah menguji dua rute trayek sekaligus untuk melayani mobilitas warga perkotaan.
Trayek pertama adalah Koridor I rute Terminal Pakupatan menuju UNSERA yang dioperasikan menggunakan satu unit armada bus besar.
Sementara trayek kedua beroperasi di Koridor III melayani rute Perumahan Visenda menuju UIN Banten menggunakan satu unit armada minibus model Hiace.
Selama masa uji coba gratis ini, masyarakat dapat memanfaatkan layanan angkutan dalam enam jadwal keberangkatan yang beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Budi memastikan bahwa kondisi armada bus listrik ini sangat bersih, bebas polusi, serta memberikan kenyamanan dan efisiensi mobilitas bagi warga.
“Alhamdulillah busnya bersih, nyaman, dan tadi ada beberapa penumpang dari warga yang juga merasa enak dan nyaman,” kata Budi usai melakukan uji jalan armada.
Fasilitas transportasi publik ini juga dirancang sangat inklusif dengan menyediakan ruang khusus yang mudah diakses oleh penumpang penyandang disabilitas.
Pemerintah daerah menargetkan operasional penuh seluruh koridor transportasi umum ini dapat direalisasikan sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.
Menjelang target operasional resmi tersebut, Wali Kota Serang bersama jajaran Dinas Perhubungan akan segera menyusun rancangan Peraturan Wali Kota (Perwal).
Regulasi tata ruang tersebut disiapkan untuk menetapkan titik naik turun penumpang secara tertib sekaligus mengatur besaran tarif perjalanan angkutan.
Budi menegaskan bahwa rancangan harga tiket akan ditekan semaksimal mungkin agar tidak membebani kantong masyarakat, terutama kalangan pelajar.
“Nanti kita akan mengatur Perwal-nya, dan harga ongkosnya diusahakan jangan sampai terlalu mahal, khususnya untuk anak-anak sekolah,” tegasnya.
Aturan turunan ini nantinya juga akan menertibkan jalur operasional angkutan kota (angkot) asal luar daerah agar tidak lagi memicu penumpukan kendaraan di area pusat kota.
Pengadaan sarana mobilitas berbasis listrik yang hemat energi dan ramah lingkungan ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.
Langkah strategis ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mempercepat transisi energi bersih di sektor pelayanan transportasi publik.(Adt)







