Hai, kami hadir dengan lebih segar!

Jawa Barat

439 Calhaj Kabupaten Bekasi Sudah di Madinah dan Siap Diberangkatkan Ke Makkah

MADINAH,Suaraaspirasi.id – Sebanyak 439 jemaah calon haji (Calhaj) asal Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Kloter 03 KJT yang didampingi 6 petugas saat ini sudah berada di Madinah dan mengikuti seluruh rangkaian ibadah berjalan dalam kondisi aman serta terkendali. Para jemaah dijadwalkan akan diberangkatkan menuju Makkah pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 15.00 waktu Arab Saudi.

Pendamping Haji Daerah Kabupaten Bekasi, Mochamad Arif Ichwani, mengatakan pergerakan jemaah menuju Makkah diperkirakan tiba sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Menurutnya, dari sisi kesehatan maupun kenyamanan beribadah, seluruh jemaah dalam kondisi yang baik dan terpantau stabil.

“Alhamdulillah kondisi terkini jemaah haji Kabupaten Bekasi masih berada di Madinah dan insya Allah akan didorong ke Makkah hari Sabtu tanggal 2 Mei pukul 15.00. Pergerakan akan tiba di Makkah sekitar jam 11 malam waktu Arab Saudi. Dari segi kesehatan dan kenyamanan ibadah juga masih terkendali,” ujarnya, Kamis (29/04/2026).

Ia menjelaskan, karena Kabupaten Bekasi masuk dalam kloter pertama, suasana di Kota Madinah masih relatif lebih lenggang sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, termasuk saat berziarah maupun melaksanakan salat di Masjid Nabawi.

Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi para petugas pendamping tetap berkaitan dengan cuaca dan mobilitas jemaah, terutama bagi kelompok lanjut usia serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Perubahan suhu yang cukup signifikan menjadi perhatian utama selama berada di Tanah Suci.

“Cuaca saat ini di Madinah sebetulnya masih dingin, tetapi mulai menuju panas dan ditambah angin yang cukup kencang. Terkait mobilitas Alhamdulillah masih aman dan terkendali,” katanya.

Arif juga menyampaikan adanya informasi insiden dari kloter lain saat pelaksanaan city tour di kawasan Jabal Magnet, Wadi Jin. Dua bus dari kloter lain, masing-masing dari Kota Bekasi dan Probolinggo, dilaporkan mengalami kejadian di lokasi tersebut. Meski demikian, jemaah Kabupaten Bekasi dipastikan tetap aman dan tidak terdampak.

Koordinasi antara pendamping haji daerah, petugas kloter, tenaga kesehatan, serta petugas sektor dan daker disebut berjalan intensif. Seluruh arahan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus disampaikan kepada petugas lapangan agar pelayanan kepada jemaah tetap optimal.

“Kami selalu berkoordinasi dengan sektor dan daerah kerja (daker), termasuk dengan petugas kloter dan tenaga kesehatan. Semua berjalan baik agar pelayanan kepada jemaah tetap maksimal,” jelasnya.

Untuk memastikan kondisi jemaah tetap prima, tim pendamping melakukan visitasi setiap hari, terutama bagi jemaah yang sempat membutuhkan perawatan intensif sejak keberangkatan hingga tiba di Madinah. Pemantauan dilakukan secara rutin agar jemaah tetap mampu menjalankan ibadah dengan baik.

“Per hari ini tanggal 29, kondisinya sudah berangsur membaik. Kami menganggap jemaah yang sebelumnya perlu perhatian khusus sudah bisa kembali beribadah ke Masjid Nabawi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kelompok lansia dan jemaah berisiko tinggi memang sempat mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang, jet lag, serta penyesuaian terhadap cuaca di Arab Saudi. Namun saat ini kondisi mereka terus membaik seiring pendampingan yang dilakukan petugas.

Selain persoalan kesehatan, tantangan lain yang kini menjadi perhatian adalah pendampingan pembuatan aplikasi Nusuk bagi para jemaah. Aplikasi tersebut menjadi syarat penting untuk mengakses sejumlah layanan ibadah, termasuk masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.(Red)

 

“Jemaah haji tentu mendapatkan kartu Nusuk Lil Hajj untuk haji, tetapi ada kebijakan baru untuk masuk ke Raudhah harus menggunakan Nusuk Lil Raudhoh. Ini menjadi tantangan besar, khususnya bagi jemaah lansia dan yang masih kurang memahami teknologi,” terangnya.

 

Ia menjelaskan, layanan Nusuk digunakan untuk tiga keperluan utama, yakni akses ke Raudhah, umrah, dan pelaksanaan haji. Keterbatasan kuota tasreh yang diberikan oleh pihak Masjid Nabawi kepada PPIH juga menjadi kendala karena jumlahnya tidak sebanding dengan total jemaah.

 

“Misalnya di kloter 03 KJT hanya mendapatkan 30, lalu ditambah 36, kemudian 15 lagi. Itu sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah 445 jemaah dan petugas. Karena itu pendampingan kepada jemaah sangat penting,” tandasnya.

 

Arif pun mengimbau keluarga jemaah haji di Kabupaten Bekasi untuk tetap tenang dan tidak khawatir berlebihan. Menurutnya, seluruh petugas terus berupaya memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk hingga seluruh rangkaian haji selesai. (*)

Rekomendasi untuk Dibaca

Suaraaspirasi.id